Puisi-Puisi Rima Nurkomala ( Sumber : infosmi.id: Curug Banteng Sukabumi) Saat  Sendiri Rindu membuncah Mendesak air mata untuk menetes ...

Kiriman Guru: Puisi

  Puisi-Puisi Rima Nurkomala


(Sumber: infosmi.id: Curug Banteng Sukabumi)



Saat  Sendiri

Rindu membuncah
Mendesak air mata untuk menetes
Menyeretku untuk bertekuk di depanMu

Tapi rindu kadang pergi
Ke keramaian kota
Terpana dengan segala
Rindu menjadi sangat materialistis
Luluh menatap dunia
Sehingga membutakan mataku dariMu

Saat aku terlempar dari kecamuk hidup
tersungkur
rindu itu datang lagi
Haruskah setiap saat aku terlempar
Agar rinduku padaMu selalu membuncah

***



Drama Wahsyi

Tatkala kehilangan cinta dunia berhenti
Aku berdiri kaku, seperti Wahsyi
Hidupnya adalah kegelisahan yang abadi
Detik-detik waktu yang sepi adalah penjara

Mengapa Ablah membiarkannya diselimuti gelisah
Perempuan itu mendekati cahaya-cahaya surga
Cintanya berlari menjauh
Seperti titik hitam dan putih yang tak bisa bersatu

***



Jampang, Kami Pulang


Kota kembang gemerlap dalam malam
Terangnya sampai ke sudut kamar
Tempat kita bergelut dengan kata

Kita hanya jadi penonton dari temaram lampu kosan
Tentang mereka dalam hiruk pikuk kota

Nun di sana ada wajah yang menunggu
Dan kita berpeluk dalam rindu yang mencucup

Kota kembang merajuk
Membujuk untuk bertahan
Namun kita harus pergi seusai purna tugas

Jampang, kami pulang
Menyusuri wajahmu yang berkelok penuh debu
Menggilas kerikil yang terlindas
Di balik gunung yang tak lagi hijau
Di antara dahan pohon yang meranggas
Dan tanah merekah yang memelas pada  hujan 

Jampang, kami pulang
Datang untuk berperang melawan ketakberdayaan

***



Tentang Penulis
Rima Nurkomala,S.S.,Gr. lahir di Sukabumi,  15 Maret 1983.  Tahun 2005 lulus dari kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Meskipun meraih gelar Sarjana Sastra, namun menjadi guru merupakan impian sejak SMA.  Saat ini mengajar di SMAN 1 Jampangkulon. Bersama komunitas PeKa (Perangkai Kata) Rima membuat antologi cerpen "Cinta tak Bersimpul" dan antologi puisi "Cerita Bersama Kawan".



+++
AGBSI menerima kiriman naskah baik berupa fiksi dan nonfiksi. Tulisan ditik rapi dengan format .doc atau .docx dan dikirim ke alamat surel: redaksi.agbsi.2020@gmail.com. Tulisan yang dimuat tidak diberikan honor. Namun, jika beruntung akan dikumpulkan menjadi sebuah buku antologi setahun sekali. 
+++

0 coment�rios: