Puisi-Puisi Kania Rismayanti (Sumber: https://ikhamiracle27.files.wordpress.com) TENTANG ISI KEPALA Isi kepala ku ‘riuh...

Kiriman Guru: Puisi

 Puisi-Puisi Kania Rismayanti


(Sumber: https://ikhamiracle27.files.wordpress.com)


TENTANG ISI KEPALA

Isi kepala ku ‘riuh’
akan Tanya dan jawab..
tapi mulut ‘dibungkam’
seribu macam kebisuan

isi kepalaku ‘jenuh’
penuh dengan keluh
hingga merajam ke ulu hati
yang mulai ‘keruh’

isi kepala ku kecut
dan hampir ‘mengerucut’
nyaliku semakin ‘ciut’
saat dihadapkan dengan
para ‘pengecut’

isi kepala ku,
dimanakah isi kepala ku?
Apa ia pergi, hilang,
Atau menumpang pada isi kepalanya?
‘parasit’
***



BUIH CINTA DARI TUHAN

Dalam kubangan luka
yang teramat nanar
Tuhan tak pernah lupa 
menyelipkan tegar

Dalam ruang kesedihan
yang terbangun megah
Tuhan tak pernah lupa 
meletakkan buih-buih cinta

Dalam derasnya air mata
yang luruh jatuh pada jiwa yang bersimpuh
Tuhan pun tak pernah alpa
mengusap derita

Lewat embun, angin, 
kabut, bahkan pelangi
Mereka bak sebuah harapan
yang menyusup dalam nestapa

Menyembuhkan lara
mengembalikan savana
memeluk hari-hari 
menjelma beribu bahagia
***



SILUET JINGGA

Ibarat senja yang hadir menutup nirwana,
Menghempas gundah dengan balutan kasa-kasa rasa...
Mengobati semua luka yang terlanjur menganga..

Rintik hujan yang berbisik merdu 
Sejenak melupakan ku pada malam yang sembilu..
Lama ku terpaku hingga nyaris terbujur kaku
Namun Tuhan masih sedia memberikan nafasku

Kulihat warna jinggamu dibalik mendung pagi ini..
Begitu indah menawarkan aroma rasa yang bergelora..
Tatkala sepi merasuk, meronta di dalam jiwa
Sungguh aku terjebak pesona mu hai jingga...

Wahai jingga, 
sungguh tega kau biarkan ku menua 
dengan rasa yang tak pernah bermuara..
***




Tentang Penulis
Kania Rismayanti adalah pengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Cikembar, Sukabumi. Penulis lebih senang dipanggil dengan nama pena Kanya Trias. Lahir 37 tahun lalu tepatnya tanggal 25 September di kota Intan, Garut.  Seorang plegmatis juga humoris yang memiliki hobi merangkai kata-kata puitis. Sangat senang menikmati senja ditemani secangkir kopi, karena baginya senja adalah harapan. Motto hidupnya sederhana: “Jangan mencoba merubah sesuatu yang tidak kamu sukai, tetapi ubahlah cara pandangmu dalam menilai sesuatu.”



+++
AGBSI menerima kiriman naskah baik berupa fiksi dan nonfiksi. Tulisan ditik rapi dengan format .doc atau .docx dan dikirim ke alamat surel: redaksi.agbsi.2020@gmail.com. Tulisan yang dimuat tidak diberikan honor. Namun, jika beruntung akan dikumpulkan menjadi sebuah buku antologi setahun sekali. 
+++

0 coment�rios: