Pergilah Sayang, Pergilah ( sumber : notesiinsyafitri.wordpress.com) Pergilah sayang, pergilah Menyusu pada malam Memintal ...

Puisi-Puisi Reny Agustina

Pergilah Sayang, Pergilah

(sumber: notesiinsyafitri.wordpress.com)

Pergilah sayang, pergilah
Menyusu pada malam
Memintal mimpi diperapiannya
Usah hiraukan bunda
Nafasku masih basah
Padang hijau masih terlihat olehku
Pergilah sayang, pergilah
Raihlah apa yang hendak kau raih
Rebahlah apa yang hendak kau rebahkan
Hapuslah apa yang hendak kau musnahkan
Putuskanlah semua tali yang terentang
Puaskanlah hatimu
Usah kau anggap dunia ini bertepi
Hatiku lapang
Usah kau takut
Tak ada lagi celah
Tak ada lagi gelap
Semua terang telah kudapat
Pergilah sayang, pergilah
Bulan tak akan meratap
Pun hujan tak akan turun
Cukup cuaca redup sejenak
Setelahnya pelangi kan menyulam
Sebab hatiku telah pulih
Obatku telah kudekap
Dan tak akan ia bangkit oleh kesumat
Pergilah sayang, pergilah
Bersama nakhoda kan kukirim pesan
Kapalku akan tinggalkan dermaga
Pelabuhan baru telah menanti
Dengan senyum yang tak henti
Besok kau kan ingat
Bahwa mentari pernah terbit di sini
Dan tak ada dusta yang tak berbunyi
Semua akan terganti
Pergilah sayang, pergilah!
(1 Mei 2019)
***

Bulan Setengah

(sumber: plus.kapanlagi.com)

Bulan muncul setengah
Di atas kota yang tak lagi ramah
Bersungut-sungut pada kehidupan
Berbuat semena-mena
norma cuma sebuah slogan
Bulan muncul setengah
Cahyanya redup kala malam mulai lembab
Ia tetap bertugas meski cuaca tak berpaham
Manusia masih tetap pongah
Mengumbar nafsu pada semesta
Bulan muncul setengah
Tak ada yang peduli
Meski perih terpampang di setiap sudut kota
Kelicikan adalah sarapan
Kepalsuan jadi pakaian
Kepicikan dipertontonkan di ruang-ruang tak berbatas
Bulan muncul setengah
Kutatap dari atas langit rumah
Dengan tanya yang menyesakkan
Apakah yang akan datang? 
(6 Mei 2019)
***

Lama Kurindu

(sumber: moondoggiesmusic.com)

Saat purnama naik
Saat pun hilang
Lemah hati
Membalik pandang ke bilik sunyi
Musim pun berganti
Janji masih tak pasti
Kembara ingatan tak terkendali
Menambah kecil kata di hati
Lalu
Ketika suaramu menyeru
Wajahmu menyembul
Airmata berdesak-desak menuruni pipi
Hati ini dipenuhi taman berbunga
Hanya itu
Cukup itu
Kerinduan tak lagi menderu-deru
Telah pergi ia bersama hadirmu
(8 Mei 2019)
***

Biodata:
Reny Agustina, S. Pd., M.Si. adalah guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 3 Medan. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris AGBSI Sumatera Utara. Penulis bisa kini tinggal bersama keluarganya di Jalan Sejahtera F9 Medan.

2 comments:

  1. Sungguh luruh di tepi rindu. Pilu memgurai-urai dengan aroma dupa pagi. Sunyi.

    ReplyDelete
  2. Bulan...jangan pergi lagi.
    Puitis sekali Bu Reny 👍👍

    ReplyDelete